Detail Berita

Hebat! Dua Siswa SMK Negeri 2 Buton Rakit Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas
Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Hebat! Dua Siswa SMK Negeri 2 Buton Rakit Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas

3 Januari 2023 14x dibaca

Dua Siswa SMK Negeri 2 Buton Muhamad Arjun (Kiri) dan Muhamad Ali Ridwan (Kanan) yang Merakit Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas

Dua siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Negeri 2 Buton, Muhamad Ali Ridwan dan Muhamad Arjun berhasil merakit kompor yang berbahan bakar oli bekas. Dua siswa yang merupakan kakak beradik ini berasal dari Kelurahan Kombeli, Kec. Pasarwajo, Kab. Buton. Sang kakak, Muhamad Ali Ridwan, saat ini sedang duduk di bangku kelas 2 SMK. Sementara, sang adik, Muhamad Arjun sedang duduk di bangku kelas 1 SMK.

Ide untuk membuat kompor berbahan bakar oli bekas ini bermula dari sang ayah yang juga mempunyai keahlian di bidang Otomotif. Ketika itu, kayu yang biasa mereka pakai untuk memasak basah terkena air hujan. Sang ayah mencoba menyiramkan oli bekas ke kayu yang basah tersebut, lalu memercikan api, dan ternyata kayu tersebut terbakar.

“Awalnya kayu bakar yang biasa dipakai basah terus kena hujan, terus (kayu bakar) ditumpahkan oli, dibakar, ternyata terbakar” Ujar Muhamad Arjun, Sabtu (19/11/2022)

Selanjutnya, Muhamad Ali Ridwan juga mengatakan bahwa tujuan pembuatan kompor berbahan bakar oli bekas ini karena dilatarbelakangi oleh semakin langka dan mahalnya harga minyak tanah di Kab. Buton.

“Karena minyak tanah yang langka dan mahal” Muhamad Ali Ridwan menambahkan.

Untuk merakit kompor ini, mereka membutuhkan beberapa alat dan bahan. Mereka harus menyiapkan alat seperti mesin gurinda, alat las dan bor. Sedangkan untuk bahan yang dibutuhkan untuk membuat kompor adalah blower (pompa udara), pipa, keran air, seng-seng plat, dll.

Pada awal perakitan kompor ini, sang ayah, Pak Mayono, membutuhkan waktu setidaknya kurang lebih satu minggu untuk membuat kompor menyala dengan baik. Dari situlah kedua siswa kakak beradik ini mulai belajar merakit kompor berbahan bakar oli bekas tersebut dengan arahan dari sang ayah.

Proses pembuatan kompor tersebut terbilang cukup mudah bagi mereka. Yang paling lama dari proses pembuatan kompor ini adalah pada proses pengelasan. Jika peralatannya lengkap, mereka bisa menyelesaikan tiga unit kompor per hari saat libur sekolah dan mereka hanya bisa menyelesaikan satu unit kompor pada hari masuk sekolah karena mereka baru bisa mengerjakannya setelah pulang dari sekolah.

“Kalau satu hari kita bisa dapat sampai tiga unit kalau kita kerja dari pagi sampe sore. Tapi kalau kita ke sekolah hanya bisa satu unit” Kata Muhamad Ali Ridwan.

Mereka mengklaim bahwa kompor rakitan mereka lebih irit jika dibandingkan dengan menggunakan kompor yang berbahan bakar minyak tanah. Dengan satu liter oli bekas, bisa dipakai hingga dua hari untuk memasak keperluan sehari-hari.

“Dia lebih irit dari minyak tanah. Satu liter oli bekas itu bisa untuk pemakaian sampai dua hari. Tapi tergantung pemakaian juga dari masing-masing orang” Pungkas Muhamad Ali Ridwan.

Namun, kompor ini masih menggunakan tenaga listrik dengan daya sebesar 150 watt dan tegangan listrik sebesar 220 volt untuk menggerakkan blowernya. Blower ini berfungsi sebagai pendorong bahan bakarnya.

“Kalau kekurangannya kita masih menggunakan listrik untuk blowernya sebesar 150 watt 220 volt” Ujar Muhamad Arjun.

Sejak beberapa bulan terakhir, hampir dua puluhan orang dari berbagai daerah mulai memesan kompor ini dan telah terjual lebih dari sepuluh unit kompor.

Powered by Froala Editor